SEBUAH USAHA MELAWAN PROKRASTINASI

Maret 01, 2019


Saya melewatkan tahun 2018 dengan sedikit menyesal. Alasannya. Saya merasa bisa lebih produktif dan nyatanya tidak seperti itu. Rasa malas menyerang dengan amat kuat dan saya yang tidak bisa membendungnya, lebih tepatnya menikmati bermalas-malasan. Rasa malas memang selalu sejalan dengan prokrastinasi. Dalam ilmu psikologi prokrastinasi menunjukkan suatu kecenderungan menunda-nunda penyelesaian suatu tugas atau pekerjaan. 


‘Masih ada sebentar malam’

‘Masih ada besok’

‘Masih ada nanti’


Hal itu sering saya ucapkan pada diri sendiri. Memang sudah seharusnya ada waktu untuk ‘me time’, tapi yang saya lakukan sudah melewati batas dalam artian hanya membuat alasan. Dan akhirnya urusan yang harus saya selesaikan bertumpuk dan menjadikan rasa malas semakin bertambah.


Saya tidak ingin menjalani 2019 dengan seperti itu dan mulai mencari solusi. Di awal tahun mulai banyak yang mengunggah di media sosial mengenai bullet journal . Dan sayapun memutuskan membuat bullet journal versi saya meski terlambat dan baru memulai di Februari. Bermodalkan kertas warna dan spidol warna warni, bullet journal saya selesai tanpa menghabiskan banyak biaya. Sebenarnya bagi yang ingin praktis banyak dijual di toko buku, tapi harganya yang lumayan bisa menghabiskan uang jajan empat hari bagi anak kosan. 


Salah satu tujuan membuat bullet journal  ingin mengubah kebiasaan buruk dan diantaranya adalah prokrastinasi. Dalam bullet journal itu saya ada bagian daily log untuk mencatat rencana aktivitas harian dan akan mencoretnya dengan tinta merah saat selesai dilaksanakan. Semakin kuat saya mencoba mengurangi, nyatanya semakin banyak godaan datang dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


Keasyikan berselancar di media sosial, meng’iya’kan ajakan teman untuk jalan, sampai tidur siang yang porsinya berlebihan hanyalah godaan kecil yang menyebabkan pekerjaan tertunda. Justru kurangnya komitmen diri sendiri yang menjadi bumerang terbesar tertundanya pekerjaan sampai tidak produktif.


Saya berharap bullet journal bisa menjadi solusi yang baik bagi  si prokrastinasi akut seperti saya. Yah semoga saja. Jika teman-teman ingin mencoba, tutorial pembuatannya banyak tersebar di youtube. Bagi yang memiliki masalah yang sama tetap semangat karena kebiasaan buruk harus dikurangi perlahan dan akhirnya hilang. Begitupun kebiasaan baik yang harus dimulai perlahan dan akhirnya menjadi janggal saat tidak dilakukan.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Luar biasa perjuangan Fira dalam menghadapi prokrastinasi, tapi jujur saja kadang kala prokrastinasi memang sangat kuat medan magnetnya hehe...
    Semangat buat Fira, saya doakan semoga tahun ini cepat sarjana, dan bullet journalnya segera cepat terisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin kak...
      memang prokrastinasi magnetnya besar sekali. Kalau ndak komitmen ujung"nya pekerjaan terlantar lagi..huhu

      Hapus
  2. Bullet journal...hmmm...akan saya coba, semoga dirimu dan diriku bisa segera sarjana.

    *sebuahusahamelawanprokrastinasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...Semoga 2019 pake toga kaak :)

      Hapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe