PR Pemerintah Kota Makassar Terkait Penyedia Layanan Transportasi

Maret 23, 2019


 Menyediakan pelayanan jasa transportasi menjadi salah satu mata pencaharian warga asli Makassar maupun warga daerah di Sulawesi Selatan yang mengadu nasib di Makassar. Kota ini memang kota sibuk tempat orang mencari penghidupan dan memiliki daya tarik tersendiri sebagai pusat kota di Sulawesi. Jasa transportasi di Makassar bermacam-macam mulai dari transportasi tradisional hingga modern yang sangat membantu warga Makassar sebagai warga yang dinamis. Saat ini persaingan dalam penyediaan jasa transportasi sedang marak terjadi baik antar penyedia jasa transportasi konvensional maupun antar penyedia jasa transportasi berbasis online yang disediakan oleh perusahaan swasta besar di Indonesia. Disamping itu, Dinas Perhubungan pun terus berinovasi menyediakan palayanan terbaik untuk warga Makassar. Setelah peresmian pengoperasian Bus Rapid Trans (BRT) pada pertengahan 2015 lalu  dikutip dari detiknews.com, Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto kembali meluncurkan  pete-pete smart pada 12 Desember 2016 di anjungan pantai Losari. Meski saat ini, sebagai warga yang berdomisili di Makassar saya belum melihat pete-pete smart ini beroperasi atau beroperasi namun jumlahnya masih sedikit sehingga jarang dtemukan.  

Ditengah semakin banyaknya alat transportasi modern  yang bermunculan dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, banyak pula rakyat kecil di tengah kota Makassar yang merasa kurang diuntungkan. Mulai dari supir pete-pete, tukang bentor (becak bermotor), hingga daeng becak yang tiap hari mencari penghidupan dengan mengayuh becaknya di jalan yang dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Tiap hari kita bisa menyaksikan kebanyakan daeng becak menjajar becaknya di pinggiran jalan sambil tiduran menunggu penumpang.  Eksistensi becak memang sudah tergeser oleh banyaknya alat transportasi canggih sehingga becak hanya mampu menjangkau kawasan tertentu seperti lorong-lorong kecil, belum lagi adanya aturan yang melarang becak melintas di jalan raya karena becak dianggap lamban dan mengganggu laju kendaraan lain.

Bukan hanya daeng becak, supir pete-pete dan tukang bentor pun mulai gelisah dengan menjamurnya alat transportasi online yang menawarkan efisiensi kepada masyarakat. Dikutip dari Tribuntimur.com, ratusan supir pete-pete melakukan demonstrasi besar-besaran pada senin 6 Februari 2017 lalu yang merupakan bentuk penolakan pengoperasian pete-pete smart, Busway BRT, serta legalisasi taksi online yang dianggap dapat menyurutkan mata pencaharian mereka.

Berbagai tawaran layanan dari BRT seperti kursi yang nyaman, tidak berisik, dan ber-AC menjadi daya tarik. Begitu pula dengan transportasi online yang memudahkan masyarakat dengan tidak perlu lagi keluar rumah menunggu angkutan umum namun cukup menggunakan aplikasi menjadi daya tarik pula bagi penyedia layanan transportasi online.

Namun dari berbagai kelebihan alat transportasi tersebut, alat transportasi konvensional seperti pete-pete masih diminati masyarakat karena dapat berhenti dimanapun asalkan sesuai jalurnya tidak seperti BRT yang memiliki halte pemberhentian tertentu serta pengoperasian BRT yang masih terbilang baru dan  belum terlalu efektif begitu pun dengan transportasi online yang kadang membuat customer menunggu lama untuk menemukan alamat. Becak sebagai alat transportasi yang masih sangat tradisional juga masih memiliki daya tarik baik bagi warga lokal yang kadang ingin bernostalgia menggunakan becak atau wisatawan yang menggunakan jasa daeng becak untuk menikmati wisata di kota Makassar sambil menikmati angin sepoi. 

Pemerintah kota Makassar harus lebih bijak menyikapi permasalahan-permasalahan yang timbul terkait dengan pengadaan alat transportasi. Misalnya saja, pada saat pengoperasian pete-pete smart pemerintah menjadikan supir pete-pete konvensional menjadi supir pete-pete smart. Menetapkan kawasan tertentu di kota Makassar untuk daeng becak dan tukang bentor beroperasi sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih dan saling berebut penumpang serta memberikan bantuan kepada mereka berupa bantuan dana untuk kesejahteraan hidup.

Pemerintah kota Makassar dan Dinas Perhubungan  masih memiliki banyak PR terkait dengan permasalahan  transportasi di Makassar saat ini. Memang menjadi dilema tersendiri bagi pemerintah kota Makassar untuk menjalankan program kerja yang akan mengantarkan Makassar menjadi kota dunia karena disamping perbaikan infrastruktur yang terus digalakkan, pemerintah juga harus menyejahterakan rakyat.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Infrastruktur yang baik memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, utamanya infrastruktur massal yang murah dan dikelolah degn baik, ini tentunya sangat berguna menekan laju kemacetan utamax di kota Makassar, adapun kehadiran pete2 dan transpor lain, disinilah tantangan pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan utamanya bagi rakyat kecil.

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe