FILM KELUARGA CEMARA : Sebuah Ajakan Kembali ke Keluarga

Januari 20, 2019


Film ini menjadi film pertama yang saya tonton di 2019. Saya bersama ketiga teman menonton di hari keempat pasca tayang perdana 3 Januari lalu dan bioskop 21 Panakkukang masih dipadati penonton. Karena film ini adalah film keluarga jadi bisa ditonton anak-anak hingga orang dewasa. Banyak yang datang memboyong keluarga untuk menikmati liburan sekolah. 


Film ini sebenarnya remake dari serial TV legendaris dengan judul yang sama. Diperankan Nirina Zubir sebagai Emak dan Ringgo Agus Rahman sebagai Abah yang tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya. Kedua anak Emak dan Abah diperankan Zara JKT48 sebagai Euis dan Widuri Puteri sebagai Cemara atau Ara. Ada pula aktris senior seperti Maudy Koesnaedi dan Asri Welas.
Keluarga Abah
Sumber : jpnn.com

Sinopsis

Abah dan keluarga awalnya tinggal di Jakarta dan hidup berkecukupan. Namun masalah datang ketika ipar Abah yang sekaligus partner bisnisnya terkena tipu sehingga menyababkab perusahaan Abah bangkrut dan keluarga harus kembali ke kampung di Bogor. Abah dan keluarga menempati rumah peninggalan orangtua. Mereka memulai kehidupan baru yang sangat berbeda, Abah mulai bekerja sebagai buruh bangunan, Ara mulai bersekolah, Euis pun pindah sekolah dan bertemu teman-teman baru. Euis yang memasuki usia remaja belum terbiasa tinggal di kampung dan tetap memiliki keinginan untuk kembali ke Jakarta. Meski kehidupannya berubah, Euis sebagai anak sulung tetap membantu keluarga dengan menjual opak buatan Emak di sekolah.


My Review

Film ini sangat inspiratif dan menjadi sebuah ajakan kembali ke keluarga sesuai hastag di media sosial #kembalikekeluarga. Sebagai seorang anak yang tinggal jauh dari orangtua, saya beberapa kali meneteskan air mata saat melihat perjuangan Abah demi keluarganya. Keadaannya yang tiba-tiba menjadi miskin tidak membuat rasa tanggungjawab Abah sebagai kepala keluarga berkurang. Emak selalu menjadi pendamping yang setia bagi Abah. Menjadi penengah saat Euis dan Abah memiliki masalah. Emak juga membantu keluarga dengan membuat opak meski dalam keadaan hamil.  


Euis dalam film ini juga patut diacungi jempol, meski beberapa kali terlibat perdebatan dengan Abah, ia tetap berusaha menjadi anak yang penurut dan kakak yang baik buat Ara. Tidak mudah bagi seseorang yang tumbuh di keluarga berkecukupan tiba-tiba harus membantu keluarga dengan berjualan, apalagi di sekolah yang akan disaksikan teman-temannya. Ara dalam film ini adalah sosok anak kecil yang membawa keceriaan bagi keluarga. Sosoknya yang polos dan ceplas ceplosnya khas anak kecil banyak mengundang tawa penonton. Bagi saya Widuri sukses memerankan karakter Ara dengan baik. 


Film ini memperlihatkan bahwa tidak ada keluarga yang akan berjalan mulus-mulus saja. Namun komunikasi yang baik akan meredamkan masalah. Abah dan Emak serta semua orangtua di dunia ini adalah manusia biasa yang tidak selamanya bisa menjadi malaikat bagi anak-anaknya. Seperti scene Abah terpancing emosinya saat Euis sebagai anak sulung yang harusnya lebih bisa mengerti keadaan mereka, malah bersikeras bahkan pergi tanpa izin menemui teman-temannya dari Jakarta. Dan Euis yang kecewa pada Abahnya, namun Emak selalu menjadi penengah bagi mereka.


Konflik lain muncul ketika Abah memutuskan menjual rumahnya di Bogor dan ingin kembali ke Jakarta. Namun Euis dan Ara malah menolak karena sudah mulai merasa nyaman dengan lingkungannya yang baru. Abah dilema kan L. Peran Abah memang menurut saya yang paling susah, harus mengambil keputusan yang tepat bagi keluarganya. 


"Ara suka di sini. Abah lebih sering di rumah, Emak buat opak, Ara bisa sekamar sama Teteh . Di Jakarta mana bisa." - Cemara



Dan akhirnya Abah memutuskan untuk tetap tinggal di Bogor. Meski endingnya mudah ditebak, film ini tetap menjadi rekomendasi bagi keluarga karena banyak pesan moralnya. Intinya #kembalikekeluarga. Orangtua luangkan waktu untuk anak. Sementara anak hormati dan hargai orangtua karena menjadi orangtua tidak mudah. Akting pemainnya juga bagus meski ada beberapa yang tergolong aktor dan aktris baru.  

You Might Also Like

5 komentar

  1. saking hitsnya film bioskop keluarga cemara tayang kembali ke layar kaca TV Nasional. Nice Review, semoga aja anak-anak semakin memiliki tontonan yg memuat edukasi dan empaty yg tinggi.

    kunjungi blog saya jg ya, https://ilmi10.wordpress.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak..ini film yg saya nanti"..saking penasarannya

      Hapus
  2. Jadi ingin pulang kampung, tapi kampung halaman tidak ada didaftar isi. Hehe...

    *membaca tulisan diatas serasa nonton film bioskop via gawai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pulang lah kak..selama msh bisa.
      Maksudnya ndak ada d daftar isi?
      ndak punya kampung begitu :(

      Hapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe