Edutrip untuk memperingati International Mangrove Day

Agustus 15, 2018


Kamis, 26 Juli 2018 adalah pertama kalinya saya memasuki hutan mangrove bahkan untuk pertama kalinya melihat pohon mangrove. Saya senang bisa menjadi bagian edutrip yang diadakan Blue Forests (lembaga swadaya non-pemerintah  berbasis di Makassar) untuk memperingati International Mangrove Day. Edutrip dilaksanakan di Dusun Kuricaddi, Maros yang menjadi lokasi rehabilitasi dan konservasi mangrove.
Hutan Mangrove Kuricaddi

Peserta edutrip berjumlah 22 orang yang terdiri dari mahasiswa dan anggota komunitas di Makassar.   Kami berangkat dari Makassar menggunakan bus pariwisata. Perjalanan menuju Kuricaddi  sekitar satu jam dari Makassar. Dari pemukiman penduduk Kuricaddi, peserta edutrip berjalan menuju pantai Kuricaddi menyusuri jalan sempit berbatu yang diapit tambak.  Sepanjang jalan dapat ditemui berbagai  jenis mangrove diantaranya Rhizophora Mucronata dengan ciri khas memiliki buah panjang menjulur ke bawah. Ada pula Lumnitzera Rasemosa yang memiliki daun kecil.

Menyusuri  hutan mangrove dimulai dari pantai Kuricaddi. Memasuki hutan akan ditemukan mangrove yang memiliki akar pensil. Akarnya unik karena timbul di atas permukaan lumpur untuk mengambil oksigen. Medan yang dilalui menuju tempat konservasi berlumpur  dan kaki akan tenggelam dalam lumpur hingga pangkal paha. Beruntunglah pihak Blue Forests memfasilitasi peserta dengan bootish (sejenis sepatu karet) untuk melindungi kaki agar tidak teriris kerang dan tertusuk akar mangrove.

Edutrip tahun ini mengangkat tema ‘Inspirasi untuk Mangrove Lestari’. Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang secara bergantian akan belajar di tiga pos atau ruang inspirasi  yang disediakan pihak Blue Forests dalam hutan mangrove.

Pos pertama, ruang konservasi diisi oleh  warga lokal kuricaddi dan pak Sarabba seorang pemerhati lingkungan yang mengembangkan ekowisata mangrove di Lantebung. Beliau mengatakan bahwa hal pertama yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan dengan bergerak langsung, tidak perlu menunggu tindakan pemerintah setempat. Beliau berhasil melakukan pendekatan dengan warga Lantebung dan bersama-sama membangun ekowisata mangrove, sehingga bukan hanya lingkungan yang diperbaiki secara perlahan namun ekonomi warga sekitar Lantebung juga meningkat. Kini para perempuan disekitar lantebung bisa berdagang dan laku karena banyaknya wisatawan yg hadir.

Pos kedua, ruang pengelolaan berkelanjutan diisi oleh Kak Irma dan Kak Sri. Dua perempuan tersebut menginspirasi peserta dengan menunjukkan beberapa olahan dari Acantus Ilicifolius atau disebut kalli-kalli oleh masyarakat lokal. Olahan berupa teh herbal dari daun kalli-kalli berkhasiat menurunkan gula darah. Kalli-kalli juga diolah menjadi tepung yang dapat digunakan membuat kue.
Inspirasi pengelolaan berkelanjutan mangrove

Pos ketiga, ruang rehabilitasi diisi oleh kak Idul  yang melakukan rehabilitasi mangrove bersama warga Kuricaddi. Konservasi dilakukan pada tahun 2014 dengan menggali pematang agar permukaan tanah lebih tinggi dan cocok ditanami mangrove. Kini mangrove tersebut sudah tumbuh dengan cukup baik dan menjadi tempat berlindung binatang-binatang kecil seperti kepiting dan kerang. Menurut warga setelah rehabilitasi Kuricaddi tidak lagi terkena banjir, anak-anak juga memiliki tempat untuk bermain.

Kegiatan  edutrip selanjutnya membersihkan bibir pantai Kuricaddi. Peserta edutrip dan warga lokal diarahkan memungut sampah-sampah plastik  yang berserakan di sepanjang pantai.  
Kegiatan Pembersihan Pantai






You Might Also Like

2 komentar

  1. Seru nih jalan-jalan sambil belajar, suka ama kegiatan sejenis itu juga. Anak muda memang harus peka terhadap lingkungan, soalx ke depanx anak muda yah.. akan jadi org tua buat kasi teladan bagi anak-anakx nanti.

    Kalau kasus sampah di pesisir pantai, rasax ga ada habisx ya, meskipun udah bnyk org yg tau bahwa buang sampah sembarangan itu tidak baik.

    BalasHapus
  2. Iya kak..memang banyak yang tau tapi kurang yang sadar..disitu kadang sy merasa heran

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe